Jenis baterai untuk kendaraan listrik yang digunakan di Indonesia.
Baterai Lithium Ion (Li-Ion)
Baterai ion lithium menggunakan senyawa litium interkalasi sebagai bahan elektrodanya dan umum dijumpai pada barang-barang elektronik portabel konsumen, seperti ponsel dan laptop. Baterai ini memiliki efisiensi energi yang tinggi dengan performa yang bagus pada suhu tinggi. Baterai ini juga mengisi daya lebih cepat, bertahan lama, dan memiliki kepadatan daya tinggi untuk kekuatan baterai lebih tahan lama dalam kemasan yang lebih ringan.
© https://www.iberdrola.com/
Baterai Ternary lithium-ion (NMC)
Baterai NMC termasuk salah satu jenis baterai mobil listrik paling populer di pasar dengan keunggulan kapasitas tinggi, membuat jarak tempuh lebih jauh dan pengisian daya yang lebih cepat dibandingkan baterai Li-Ion lainnya. Selain itu, baterai NMC juga memiliki kepadatan energi tinggi yang membuatnya mampu memiliki kapasitas tinggi meski volume baterai lebih kecil dan beratnya lebih ringan. NMC mengandung nikel yang merupakan elemen penting dalam meningkatkan kinerja baterai Li-Ion.
Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP)
Baterai LFP mengandung besi dan fosfat yang lebih mudah ditemukan dan didaur ulang dibandingkan dengan beberapa jenis baterai lainnya. Baterai ini juga memiliki keunggulan dari jangka pakai panjang, daya tahan terhadap suhu tinggi, dan tingkat keamanan yang tinggi. Baterai ini disebut lebih murah dari baterai berbasis nikel, meski memiliki jarak tempuh yang lebih pendek.
Baterai Sealed Lead Acid (SLA)
Sering disebut aki kering, baterai ini menggunakan asam timbal (lead acid) sebagai bahan kimianya. Baterai ini memiliki kapasitas lebih rendah dan jauh lebih berat, namun harganya relatif murah. Saat ini ada baterai mobil listrik SLA berkapasitas besar yang sedang dikembangkan, namun saat ini hanya digunakan oleh kendaraan komersial sebagai sistem penyimpanan sekunder.
Ada dua cara pengisian daya kendaraan listrik berdasarkan jenis baterai, yaitu pengisian langsung pada baterai tanam atau penukaran baterai. Terdapat perbedaan signifikan antara kedua cara pengisian daya listrik, yaitu:
Pencolokan langsung pada baterai tanam atau Plug-in Charging.
Pengisian daya pada baterai tanam dilakukan secara langsung dengan menyambungkan jenis gun pengisi daya yang sesuai dengan kebutuhan pada kendaraan listrik anda hingga terpasang sempurna. Pengisian daya dapat dilakukan di rumah atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terdekat anda.
Baterai tanam terintegrasi secara permanen ke dalam struktur kendaraan listrik, yang artinya baterai tidak dapat dilepas dengan mudah oleh pengguna. Desain ini umumnya ditemukan pada kendaraan atau motor listrik model terbaru dengan desain yang lebih ramping. Karena integrasi yang lebih kokoh dalam struktur kendaraan, pengguna akan memiliki keamanan dan stabilitas lebih. Selain itu baterai tanam cenderung memiliki kapasitas yang lebih besar karena tidak terbatas oleh ukuran atau bentuk dibandingkan baterai tukar yang memastikan kemudahan proses penggantian manual baterai.
Kekurangan baterai tanam adalah proses pengisian daya yang cenderung lebih lama, dan pengisian baterai harus diisi langsung di tempatnya dalam motor karena tidak bisa dikeluarkan.
© https://cdn-storage.motoreasy.com/
Penukaran Baterai atau Baterai Swap:
Pengisian daya dengan cara melakukan penukaran baterai di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum atau SPBKLU terdekat anda. Pengguna motor dapat menuju ke lokasi stasiun penukaran baterai dan menukar baterai yang kosong dengan baterai penuh dalam waktu singkat tanpa harus menunggu proses pengisian yang lama. Selain itu, pengguna juga dapat membawa cadangan baterai dan dapat melakukan pergantian baterai di perjalanan tanpa perlu menuju lokasi pengisian daya dan menghemat waktu perjalanan tanpa khawatir kehabisan daya.
© https://asset.kompas.com/
Waktu pengisian daya baterai secara penuh sangat bervariasi tergantung dari kapasitas baterai, dan teknologi pengisian yang tergantung dari jenis daya dan konektor yang digunakan untuk mengisi daya kendaraan.
Biaya pengisian daya baterai bervariasi tergantung dengan kapasitas baterai tersebut. Tarif listrik juga bervariasi tergantung dari daya listrik di rumah anda. Info lanjut dapat dilihat pada laman resmi PLN.
Sebagai contoh, motor listrik Volta 401 Reguler dengan kapasitas baterai lithium 64V 21Ah atau 1.344 kWh dapat menempuh jarak 60km. Jika tarif listrik per KWh di rumah anda sebesar Rp 1,352, maka untuk jarak tempuh yang sama motor listrik akan membutuhkan biaya sebesar Rp1,817.
© https://www.energysage.com/